oleh

Diduga dikerjaan Asal-asalan Proyek TPT Baru di Ledokombo Langsung Rusak

-Berita-150 Dilihat

Diduga dikerjaan Asal-asalan Proyek TPT Baru di Ledokombo Langsung Rusak 1JEMBER, kabarSBI.com – Proyek TPT baru selesai dikerjakan, dan baru selesai dilakukan Monev dari pihak Muspika kecamatan Ledokombo jember, Proyek TPT sudah Rusak parah dan diduga mau roboh, (17/4/2023).

Tepatnya Didusun Krajan Desa Ledokombo Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember.

Diduga dikerjaan Asal-asalan Proyek TPT Baru di Ledokombo Langsung Rusak 2Proyek TPT yang menelan biaya Rp 83.135.700,00 (Delapan Puluh Tiga Juta Seratus Tiga Puluh Lima ribu Tujuh Ratus Rupiah) dengan sumber dana APBN tahun 2023, kini sudah retak-retak, bahkan nampak langsung beberapa titik bangunan rusak parah, dan diduga mau roboh, Pembangunan proyek tembok penahan tanah dengan volume panjang 71M dan tinggi 0,750M terdapat beberapa titik bangunan.

Sesuai pantauan dari team Media Ganeshaabadi.com dan Media Lintas Jatim serta Media SBI Sahabat Bayangkara Indonesia, Senin 17 April 2023 di tempat bangunan proyek TPT yang Rusak dan diduga mau Roboh.

Diduga dikerjaan Asal-asalan Proyek TPT Baru di Ledokombo Langsung Rusak 3“Bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) ini begitu cepat mengalami kerusakan Yang Terindikasi kalau proyek tersebut dikerjakan secara asal asalan dan tidak sesuai dengan standart pemerintah,” ujar warga sekitar yang tidak mau disebut namanya.

Dengan adanya temuan dari hasil pantauan Team gabungan Media Ganeshaabadi.com dan Media Lintas Jatim serta Media SBI sahabat bhayangkara indonesia, langsung menghubungi instansi terkait lewat Whatsapp namun sampai pemberitaan ini dimunculkan Kades Ipung wahyudi juga tidak membalas Whatsapp maupun menjawab tentang adanya Proyek Pembangunan Tembok Penahan Tanah tersebut.

Tokoh masyarakat pun juga menyampaikan, bahwasanya akan mengadukan serta melaporkan proyek ini kepihak yang berwajib, jika tidak di indahkan atau tidak segera diselesaikan.

Dengan adanya pemberitaan ini, warga ikut memantau dan mengawasi proyek ini, yang di duga pengerjaanya secara asal asalan dan tidak sesuai dengan standar pemerintah, disitu yang seharusnya dinas terkait memantau langsung kegiatan proyek ini,” ungkap tegas dari tokoh masyarakat yang enggan di sebut namanya. (tim/red)

Baca Artikel Aslinya