
Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri Survivalina menjelaskan bahwa program kesehatan lingkungan utamanya terkait dengan STBM sudah dijalankan dengan sangat baik melebihi harapannya. Pihaknya menekankan berbagai hal terkait dengan program kesehatan terutama mengenai keberadaan jamban sehat permanen.

Harapannya di seluruh wilayah di Kabupaten Boyolali 100 persen semua kepala keluarga sudah memiliki jamban sehingga tidak ada lagi yang memiliki kesempatan buang air besar sembarangan (BABS).
Sementara itu, anggota tim penilai Khusnul Hadi mengatakan bahwa Desa Sruni telah lolos dalam lima pilar kesehatan. Kelima pilar tersebut yakni pilar pertama Stop BABS, pilar kedua dan ketiga yakni cuci tangan dengan sabun dan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga. Pilar keempat pengamanan sampah rumah tangga dan pilar terakhir pengamanan limbah cair rumah tangga.
“Tidak ragu lagi bahwa lima pilar di Desa Sruni sudah luar biasa. Sehingga yang dicermati untuk ke depan tinggal inovasi inovasi kesehatan. Kalau lima pilar sudah luar biasa pelaksanaannya,” ujarnya.
Sebagai tambahan informasi, Desa Sruni merupakan desa kelima yang diverifikasi tim penilai. Sebelumnya, ada Desa Kunti; Kecamatan Andong, Desa Cangkringan; Kecamatan Banyudono, Desa Keposong; Kecamatan Musuk dan Desa Ngadirojo; Kecamatan Ampel. Seusai dari Desa Sruni, tim akan menilai Desa Sumberagung; Kecamatan Klego pada Rabu (31/10) esok. (epn)