oleh

Deklarasi Tolak Kerusuhan Untuk Indonesia Damai

-Berita-283 Dilihat

Klojen (malangkota.go.id) – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang mengajak seluruh lapisan masyarakat menyerukan untuk menjaga kondusivitas serta menolak terhadap berbagai bentuk kerusuhan yang bisa terjadi setiap saat.

Deklarasi Tolak Kerusuhan

Terutama usai Pemilu Serentak yang digelar pada 17 April 2019 lalu dan saat digelarnya sidang gugatan perselisihan hasil Pemilu yang sedang berjalan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada terhadap berbagai ajakan yang masif untuk memecah belah persatuan, terutama melalui media sosial.

Deklarasi Tolak Kerusuhan Untuk Indonesia Damai yang digelar di Jl. Simpang Balapan bersamaan dengan Car Free Day (CFD), Minggu (16/06/2019) ini dimotori oleh Polres Malang Kota. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk senam bersama dan jalan sehat serta diikuti tak kurang dari seribu warga dari berbagai unsur.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memimpin pembacaan deklarasi yang berisi ajakan penolakan terhadap berbagai bentuk kerusuhan dan ajakan untuk terus memperkuat persatuan. Menurut Wali Kota Malang, pascapemilu serentak dan sejak digelarnya sidang perselisihan hasil pemilu sangat rawan terjadi gesekan dan kerusuhan.

“Masyarakat kita sudah bisa memilah sebenarnya, mana yang baik dan mana yang buruk. Utamanya bagaimana menjaga soliditas keamanan di Kota Malang. Yang memang kita waspadai justru dari luar dan kita tidak mau ada politisasi agama, karena itu rawan dan dapat mengancam pada disintegrasi bangsa,” tegas Sutiaji.

Maka dari itulah Forkopimda selalu berkomunikasi dengan intens untuk mencegah terjadinya berbagai pemicu perpecahan, serta terus mengajak masyarakat agar tetap menjaga ukhuwah sampai kapanpun.

Hal senada juga disampaikan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, SIK yang meminta kepada masyarakat agar selalu waspada dan cerdas dalam bermedia sosial. karena dalam beberapa waktu terakhir ajakan-ajakan di media sosial yang mengarah ke perpecahan dan adu domba sangat masif. Seperti halnya ajakan datang ke Jakarta untuk berdemonstrasi dan lain sebagainya.

Meski di Kota Malang potensi itu kecil, disampaikan AKBP Asfuri, Forkopimda akan tetap waspada dan akan terus melakukan langkah antisipatif serta preventif. Ditambahkannya bahwa ada beberapa informasi maupun ajakan-ajakan di media sosial terkait dengan adanya ajakan untuk melakukan tindakan kerusuhan dan sebagainya terkait dengan pemilu 2019.

“Tentunya kami mengajak masyarakat yang ada di Kota Malang ini tidak terprovokasi dengan media sosial maupun ajakan-ajakan lain,” ajaknya.

“Kami meminta masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan semua permasalahan, khususnya terkait pemilu beberapa waktu lalu kepada aparat negara dan institusi yang berwenang. Dengan demikian, Indonesia tetap damai dan keutuhan NKRI terjaga dengan baik,” pungkas Asfuri. (say/yon)