oleh

BUPATI ACEP KLARIFIKASI BEREDARNYA ISU BERITA PJU GATE

-Berita-134 Dilihat

KUNINGAN – Beredarnya berita miring (Hoax) terkait dengan Pengadaan PJU Gate yang mencemarkan nama baik Bupati Kuningan, H. Acep Purnama SH MH. Selasa siang (06/06/2023) Bupati Acep kemudian menggelar konferensi Pers dengan mengundang sejumlah awak media di Pendopo Kabupaten Kuningan guna meluruskan kejadian yang sebenarnya.

Konferensi pers siang itu dihadiri oleh Kepala Bagian Hukum, Mahardika, dan kuasa hukum Bupati, Dadan Somantri Indra Santana. Nampak hadir beberapa wartawan dari media cetak maupun media online.

Bupati Acep menegaskan informasi yang tersebar melalui media massa tentang keterlibatannya dalam proyek PJU ini adalah informasi yang tidak benar.

“Terus terang Saya secara pribadi merasa tersinggung karena apa yang disangkakan pada informasi yang tersebar di media itu tidak berdasar,” ujar Acep.

Kalimat-kalimat yang disampaikan dalam informasi itu, kata Acep, sangat menohok pada pribadi dirinya yang sebenarnya bukan begitu kondisi yang sebenarnya.

“Apalagi dengan ditampilkannya tokoh-tokoh yang ditampilkan pada informasi tersebut, Saya tegaskan tidak ada kaitannya dengan (pengkondisian penunjukan pemenang proyek) PJU itu,” tandasnya.

Acep menyebutkan, orang-orang yang disebut telah bertemu dengan dirinya di sebuah tempat di Jakarta itu, secara kebetulan sedang berada di sekitar lokasi tempat dirinya bertemu dengan mantan Kepala BPN Kuningan.

“Biasa lah telepon-teleponan ngajak makan karena kebetulan berada dekat di lokasi itu,” ujar Acep.

Ia pun membantah tudingan pakaian dinas yang dikenakannya dipermasalahkan. Karena pada saat itu, Bupati Acep baru saja menghadiri Rakornas BNPB yang dihadiri juga oleh Bupati dan Walikota seluruh Indonesia dengan dress code yaitu pakaian kaki,  untuk mendengarkan arahan Presiden Jokowi terkait Kebencanaan.

“Kebetulan juga saat itu Saya sudah ikut acara bersama BNPB, jadi Saya masih memakai pakaian dinas saat makan siang tersebut,” sebutnya.

Acep mengucapkan sumpah dengan nama Allah, bahwa sebelumnya Ia tidak mengenal orang-orang yang diajak makan bareng di lokasi makan itu.

Diakui Acep, disana Acep dikenalkan dengan orang-orang tersebut dan menyinggung perihal adanya ketertarikan mereka pada program Kuningan Caang yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kuningan.

“Mereka mengatakan dimungkinkan enggak untuk ikut (proyek PJU) itu, ya silakan. Mereka pun, yang saya ingat, hanya menyebut satu merk lampu yakni Bandell, dan pertemuan itu tidak lama, mereka langsung pamit,” papar Bupati Acep.

Atas pemberitaan di media massa terkait informasi tudingan bahwa Bupati ada main dalam pengkondisian Proyek PJU, Acep meminta pihak yang bersangkutan (Acep menyebut nama Dadang Abdullah) untuk cepat meluruskan informasi tersebut kepada publik.

“Apa yang Anda tahu (dalam info yang tersebar itu) semuanya tidak benar. Apa yang anda sebutkan, seolah-olah menyangka Saya sehina itu, maaf ya, saya ingatkan, Anda jangan berbuat dan menyangka Saya sehina itu,” tegas Acep.

Secara pribadi dan sebagai kepala daerah, Acep mengaku punya harga diri untuk menjaga nama baik daerah.

Acep dan kuasa hukumnya mengaku akan melaporkan pihak yang telah menuding dirinya mengadakan pertemuan untuk pengkondisian Proyek PJU, kepada kepolisian, secepatnya.

Kuasa Hukum Bupati Acep, Dadan Somantri menjelaskan, bahwa hal ini merupakan pencemaran nama baik kliennya dimana yang bersangkutan akan segera melaporkan kepada pihak Kepolisian.

“Aduannya bisa pencemaran nama baik, bisa menyebar berita bohong ke publik dan banyak lagi. Nanti kita akan membahas ini dengan Bupati,” imbuh Dadan.

Sebelumnya, media massa di Kabupaten Kuningan memuat berita dan opini yang berisikan informasi terkait adanya pertemuan di sebuah tempat kuliner di Jakarta antara Bupati Kuningan bersama beberapa orang yang disebutkan sedang melakukan upaya pengkondisian  pemenang proyek PJU untuk dilaksanakan di Kabupaten Kuningan dimana berita itu tidak benar adanya. (BagProkompim/SetdaKuningan)