oleh

Budi Daya Jamur Tiram Berpotensi Dongkrak Ekonomi

-Berita-422 Dilihat

Budi Daya Jamur Tiram Berpotensi Dongkrak Ekonomi 233

BERITA BOGOR – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai kayu jamur atau jamur tiram dapat menjadi lokomotif peningkatan pendapatan ekonomi warga lokal.

Apabila jamur tiram diinovasikan dan dikemas ke dalam berbagai bentuk makanan kekinian. Tujuannya untuk menggaet pasar nasional bahkan internasional dengan dijual secara daring.

“Contohnya adalah jamur tiram ini di mana saja bisa (tumbuh) dan ini hanya contoh saja. Sehingga dengan modal yang difasilitasi oleh kita, hasilnya kita beli. Itu anak-anak muda penghasilannya bisa 4-5jm juta per bulan setara dengan UMR di kota,” ujar Ridwan Kamil di Kantor Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Sukabumi, Kamis (10/2/2022).

Untuk merespons itu, Kang Emil sapaan Ridwan Kamil menciptakan sebuah program Petani Milenial. Nantinya, semua komoditas jamur tiram tersebut dikelola oleh petani muda yang memiliki kemampuan digital untuk dijual secara daring.

“Tugas saya adalah menciptakan lapangan pekerjaan dan lapangan pekerjaan itu bisa kita hadirkan melalui sebuah kolaborasi yang namanya Petani Milenial. Bahwa hidup yang baik tidak harus hijrah ke kota asal punya tanah di desa dengan _skill_ digital bisa jualan ke mana saja,” jelas Kang Emil.,” jelas Kang Emil.

Beberapa Petani Milenial tersebut menjadi bukti nyata bahwa Pemda Provinsi Jabar terus berkomitmen dalam menumbuhkan pemerataan pendapatan ekonomi lokal. Ke depan, anak-anak muda desa itu akan diwisuda karena kesuksesannya mengolah lahan yang diberikan Pemda Provinsi Jabar menjadi sesuatu yang menguntungkan.

“Bukan ada potensi lagi, ini sudah ada buktinya. Orang yang sudah dilatih ini nanti kita akan kami wisuda bulan depan supaya nanti oleh media diwawancara dan dijadikan contoh bahwa mereka ini yang muda-muda bisa sukses di usia muda dengan bisnis seperti ini,” ungkapnya. Sebelumnya diberitakan, Produksi jamur tiram terus dikembangkan di Desa Sukadamai Kecamatan Sukamakmur, sehingga menjadi salah satu komoditi unggulan sektor perkebunan di desa setempat.

Budi Daya Jamur Tiram Berpotensi Dongkrak Ekonomi 234
Dilansir Berita Bogor, (23/1/2022), Produksi jamur tiram terus dikembangkan di Desa Sukadamai Kecamatan Sukamakmur, sehingga menjadis alah satu komoditi unggulan sektor perkebunan di desa setempat.

Pasalnya, jamur ini merupakan tanaman dengan nama ilmiah Pleurotus ostreatus yang juga dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom dan untuk dikonsumsi oleh manusia.

Diketahui, rata-rata seorang petani di desa tersebut, dapat menghasilkan hasil panen hingga mencapai 1 ton dalam satu bulan. Hebatnya, sebagian besar petani berasal dari kalangan generasi muda desa yang menekuni budidaya jamur tiram yang terbagi dalam dua kelompok tani.

Asep Mardi (30) selaku Ketua Poktan Semar Jamur Desa Sukadamai, mengatakan jamur tiram merupakan jamur dengan ciri-ciri warna putih hingga krem dengan tudung yang bentuknya setengah lingkaran, mirip dengan cangkang tiram karena bagian tengahnya agak cekung.

“Satu petani bisa menghasilkan 500 sampai 1 ton dalam sebulan jika dikalikan puluhan petani mencapai puluhan ton. Supaya hasil panen baik perlu diberikan nutrisi, vitamin maupun obat anti hama,” katanya kepada, Minggu (23/1/2022).

“Satu petani bisa menghasilkan 500 sampai 1 ton dalam sebulan jika dikalikan puluhan petani mencapai puluhan ton. Supaya hasil panen baik perlu diberikan nutrisi, vitamin maupun obat anti hama,” katanya kepada, Minggu (23/1/2022).

Diakuinya, pihak pemerintah desa mendukung pengembangan budi daya jamur tiram, dan perlunya diadakan program penyuluhan budi daya, pemasaran hasil panen dan kebun percontohan di Desa Sukadamai oleh Distanhorbun Kabupaten Bogor.

“Budi daya yang diterapkan disini masih ada yang secara tradisional. Jadi perlu penyuluhan dan kebun percontohan dari Distanhorbun supaya ada peningkatan. Sedangkan harga jual jamur tiram per kilogram masih dikisaran Rp10 Ribu yang pemasarannya masih ke Cileungsi, Bekasi dan Tanggerang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukadamai, A. Syaripudin, mengatakan diwilayah kerjanya potensi pertanian dan perkebunan yang perlu dikembangkan termasuk budidaya jamur tiram menjadi salah satu komoditi unggulan di Desa Sukadamai. Dalam pengembangannya tentu masih membutuhkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bogor dalam hal ini Distanhorbun.

“Kami selaku pemerintah desa tentunya sangat mendukung kegiatan para petani jamur tersebut, tentunya untuk meningkatkan perekenomian masyarakat. Kedepannya pemerintah desa berencana untuk adanya pemberdayaan bagi para petani jamur dalam upaya meningkatkan produksi,” jelasnya.

Tak sampai disitu, kata A. Syaripudin, tentunya tidak hanya produksinya saja, sebab pihaknya ingin para petani jamur tiram bisa mengolah jamur tersebut agar menambah nilai jual.

“Jadi, petani tidak hanya menjual jamur mentah saja melainkan menjual jamur olahan, seperti baso jamur, jamur crispy ataupun bentuk olahan lainya,” katanya.

Hal ini, lanjutnya dirasa sangat penting, terutama ketika panen jamur pada hari raya atau tahun baru, yang biasanya jamur tiram kurang laku dan akhirnya petani merugi. “Dengan adanya keterampilan mengolah jamur tiram menjadi makanan olahan, diharapkan dapat meminimalisir kerugian,” tutupnya. (red)

Artikel Terkait :

Baca Artikel Aslinya