oleh

BPPS Tahap II Didistribusikan di Kelurahan Purwantoro

-Berita-211 Dilihat

Blimbing (malangkota.go.id) – PT Pos Indonesia bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mendistribusikan Bantuan Pangan Pengentasan Stunting (BPPS) kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing Kota Malang, Selasa (8/8/2023).

Dispangtan Kota Malang mendistribusikan Bantuan Pangan Pengentasan Stunting (BPPS) kepada Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kelurahan Purwantoro

Executive General Manager KCU Kantor Pos Malang, Akhmad Ridwan menyampaikan bahwa program ini adalah program bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Id Food dan PT Pos Indonesia ditunjuk sebagai transporter penyaluran bantuan pangan dalam rangka pengentasan stunting tahun 2023 tahap II.

“Total penerima bantuan di Kota Malang ada sebanyak 3.126 KRS yang disalurkan di kelurahan-kelurahan di Kota Malang. Ini dilakukan agar penyaluran bantuan dapat berjalan dengan tertib dan lancar,” terang Ridwan.

Untuk bantuan yang didistribusikan di Kelurahan Purwantoro ini ada sebanyak 219 paket bantuan untuk tiga kelurahan, yaitu Kelurahan Purwantoro sebanyak 99 paket, Kelurahan Bunulrejo 84 paket, dan Kelurahan Blimbing 36 paket.

Salah satu penerima bantuan, Mutmainah, mengungkapkan bersyukur mendapatkan bantuan pangan dari Pemerintah untuk pengentasan stunting. “Ini adalah bantuan yang kedua. Bantuan yang diberikan kepada kami berupa ayam frozen seberat 1kg dan telur ayam sebanyak 10 butir,” kata Mutmainah.

Menurut Mutmainah, bantuan ini sangat mendukung upaya peningkatan gizi bagi anak. Pasalnya dengan semakin tingginya harga kebutuhan pokok saat ini, jelas sangat mempengaruhi daya beli masyarakat.

Senada, Supriadi juga mengaku juga senang dengan adanya program BPPS ini. “Ini sudah yang kedua kalinya kami mendapatkan bantuan. Ini sangat membantu kami di tengah semakin tingginya kenaikan harga harga kebutuhan pokok,” terang Supriadi.

Proses pengambilan bantuan dikatakan Supriadi juga sangat mudah, cukup membawa KTP dan fotokopi Kartu Keluarga. Supriadi pun berharap bantuan seperti ini dilakukan secara berkelanjutan agar warga kurang mampun dapat terbantu. (cah/yon)