oleh

BMKG Prediksi Curah Hujan Meningkat Pada November Desember Januari

-Berita, Utama-318 Dilihat

BMKG Prediksi Curah Hujan Meningkat Pada November Desember Januari 235

BERITA BOGOR – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada sejumlah provinsi yang berpotensi mengalami bencana banjir bandang.

Melalui keterangan resmi BMKG, seperti dikutip Minggu (31/10/2021), terdapat 22 daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia yang kemungkinan mengalami banjir bandang.

Sebelumnya otoritas menerbitkan peringatan dini terkait potensi La Nina di Indonesia, yang dapat terjadi sepanjang periode Oktober 2021 hingga Februari 2022.

Berdasarkan kejadian La Nina 2020, hasil kajian BMKG menunjukkan curah hujan mengalami peningkatan pada November-Desember-Januari. 

Terutama di wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali hingga NTT, Kalimantan bagian selatan dan Sulawesi bagian selatan, maka La Nina tahun ini diprediksikan relatif sama dan akan berdampak pada peningkatan curah hujan bulanan berkisar antara 20-70 persen di atas normalnya.

BMKG juga telah memprakirakan sebagian wilayah Indonesia yang akan memasuki periode musim hujan mulai Oktober ini, meliputi wilayah Aceh bagian timur, Riau bagian tenggara, Jambi bagian barat, Sumatera Selatan bagian tenggara, Bangka Belitung, Banten bagian barat, Jawa Barat bagian tengah, Jawa Tengah bagian barat dan tengah, sebagian D.I. Yogyakarta dan sebagian kecil Jawa Timur, Kalimantan Tengah bagian timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Beberapa wilayah Indonesia lainnya, akan memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2021 secara bertahap dalam waktu yang tidak bersamaan. Secara umum, sampai dengan November 2021 diprakirakan 87,7 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, pada akhir Desember 2021, BMKG memprakirakan 96,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.

“Sebagai langkah mitigasi guna meminimalkan risiko, BMKG terus melakukan Sekolah Lapang Iklim (SLI) dan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN). Karena meski La Nina adalah ancaman, namun di sisi lain ada hal positif yang juga dibawa. Diantaranya bagi petani, katanya,

La Nina menyediakan pasokan air yang berpotensi meningkatkan produktivitas pertanian, sedangkan bagi pekerja di sektor kelautan, La Nina membuat perluasan area pasang surut wilayah pesisir yang dimanfaatkan oleh nelayan tambak budi daya dan garam.

Hasilnya, Dwikorita mencontohkan, SLI yang digelar di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Juni 2020 di mana panen bawang dengan demontration plot (demplot) SLI menghasilkan produk berkualitas.

“Begitu juga dengan aktivitas kegiatan SLCN yang ternyata memiliki dampak cukup baik terhadap perubahan pola pikir nelayan. Nelayan yang sudah mengaplikasikan ‘update’ informasi cuaca maritim secara rutin dapat terhindar dari kecelakaan akibat angin kencang dan hujan badai siklon tropis Seroja,” katanya. (bmkg

Artikel Terkait :

Baca Artikel Aslinya