oleh

BKKBN Apresiasi Upaya dan Komitmen Walikota Malang dalam Penurunan Angka Prevalensi Stunting di Kota Malang

-Berita-221 Dilihat

Pasuruan (malangkota.go.id) – Berkat pencapaian dan komitmen penurunan angka prevalensi stunting di Kota Malang pada tahun 2022, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menerima penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Kota Malang, M. Sailendra menerima Penghargaan  apresiasi BKKBN terhadap dukungan dan komitmen Wali Kota Malang dalam upaya percepatan penurunan stunting

Penghargaan tersebut diterima oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Kota Malang, M. Sailendra, ST, MT mewakili Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 di Kota Pasuruan, Jumat (28/7/2023).

Penghargaan ini merupakan apresiasi BKKBN terhadap dukungan dan komitmen Wali Kota Malang dalam upaya percepatan penurunan stunting yang menjadi salah satu prioritas kinerja Wali Kota Malang yang sejalan dengan agenda prioritas pemerintah pusat.

Wali Kota Malang Sutiaji menyebutkan bahwa pengentasan stunting harus dimulai dari keluarga sebagai kelompok terkecil dalam kehidupan masyarakat. Tidak hanya tentang kebutuhan gizi yang harus terpenuhi, orang tua juga wajib memberikan sentuhan kasih sayang dan perhatian kepada anak-anaknya.

“Manajemen keluarga itu penting. Keluarga itu jauh lebih penting daripada yang lain. Ketika kehidupan keluarga sudah tangguh, sudah baik maka akan dapat mampu mandiri,” tutur Sutiaji saat ditemui usia menghadiri peringatan Harganas ke-30 di Malang Creative Center (MCC) .

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi balita stunting di Kota Malang di tahun 2022 sebesar 18 persen. Jumlah ini mengalami penurunan dari tahun 2021 yang berada di angka 25,7 persen.

“Alhamdulillah rasa syukur kami panjatkan dan kami sampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah dan terus bekerja keras dalam percepatan penurunan angka stunting di Kota malang. Kami terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting seminimal mungkin. Salah satunya adalah dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” tuturnya.

Berkat kolaborasi dan sinergi yang baik antarpihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan kelurahan, kalangan akademisi, pengusaha, para ahli dan kelompok-kelompok masyarakat strategis, upaya percepatan penurunan stunting di Kota Malang akan cepat. (Yul/yon)