oleh

Banjir Melanda Kota Bogor

Banjir Melanda Kota Bogor 233

BERITA BOGOR – Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) melalui akun resmi (17/10/2020) telah merilis peringatan dini tentang kewaspadaan terhadap hujan deras disertai petir dan angin kencang di wilayah Bogor. Dalam sepekan terakhir telah terjadi dampaknya, termasuk di Kota Bogor.  

Dilaporkan, adanya puing bangunan liar yang terbawa longsor saat hujan deras menutup saluran air. Hal ini mengakibatkan banjir di permukiman warga Kedung Badak Kecamatan Tanah Sareal, Kelurahan Tanah Baru, dan  Kelurahan Cibuluh Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu (25/10/2020) 

Mendapat laporan tersebut, Walikota Bogor, Bima Arya, didampingi sejumlah pejabat yang diantaranya Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Priyatna, dan Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustiansyach. langsung terjun ke lokasi banjir.

Baca juga :  Bima Arya Bersama Tim Elang Sidak Kondisi Rumah Makan

“Kita segera terjun kelokasi untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan memudahkan berkoordinasi, sekaligus melakukan pemantauan titik banjir di permukiman Griya Cimanggu Indah, Kedung Badak, Tanah Sareal,” kata Bima Arya yang tiba di lokasi memimpin langsung penanganan banjir di kawasan tersebut.

Walikota Bogor juga mengunjungi rumah-rumah warga yang terdampak. “Kita datangi warga untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang dibutuhkan. Tidak ada korban jiwa dalam bencana ini. Ada 17 rumah yang terdampak yang sebagian sudah dievakuasi oleh petugas, sementara sisanya masih bertahan di lantai dua rumah tersebut. Yang penting sekarang percepatan pengerjaan di situ dan dibantu untuk memindahkan barang-barangnya, ” ucap Walikota.

Baca juga :  Pohon Besar Kota Bogor Rawan Roboh

Bima Arya meminta untuk diperhatikan bantuan kebutuhan warga, obat-obatan, makanan dan kebutuhan llainnya. Bima Arya juga memerintahkan agar bangunan yang berada diatas kawasan banjir ditertibkan oleh Satpol PP,. “Karena indikasinya penyebab utamannya bagunan liar itu yang kemudian menyebabkan longsor,” tandasnya

Berdasarkan identifikasi BPBD hujan deras yang mengguyur sejak kemarin sore membuat banjir di 14 titik. “Saat ini teridentifikasi 14 titik. Menurut BMKG intensitas hujan masih cukup tinggi dalam minggu-minggu ini. Antisipasi saya perintahkan Dinas PUPR dan para Camat di wilayah untuk memastikan normalisasi saluran-saluran kolam retensi, atau danau-danau yang kemungkinan bisa meluber, bangunan liar juga diawasi agar warga waspada. Kedua jalur komunikasinya standby,” terangnya 

Baca juga :  Wisata Edukasi Ke Museum Zoologi Bogor

Terpisah, Banjir juga terjadi di wilayah Kelurahan Tanah Baru dan Cibuluh Kecamatan Bogor Utara mengakibatkan air meluap kepemukiman warga. Warga RT 2 RW 4 Kelurahan Cibuluh, Jamal mengatakan, diwilayah tempat tingalnya hujan deras mulai turun sekitar Pukul 17.30 WIB. 

Menurut keterangannya, kolam retensi yang dibangun pemerintah dan digadang-gadang sebagai solusi banjir itu ternyata salah, karena justru setelah kolam dibangun kolam retensi, banjir yang biasa dialaminya malah semakin parah. “Air itu, mulai masuk rumah sekitar abis magrib, di rumah saya sekitar 50 centimeter, kalau yang didekat danau ketinggiannya satu meter lebih,” kata Jamal kepada awak media. (riz/red)

Baca Artikel Aslinya

Kabar Terbaru