oleh

Aparatur Pemda Kabupaten Kuningan Dibekali Cara Budidaya Sayuran

-Berita-49 Dilihat

KUNINGAN – Guna meningkatkan kapasitas ASN dan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan serta pengendalian inflasi, Pemda Kab. Kuningan melalui Dinas Ketahahan Pangan dan Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis Budidaya Sayuran kepada 50 lebih Aparatur Pemda dari seluruh SKPD, Kecamatan, dan Kelurahan se-Kabupaten Kuningan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. H Dian Rachmat Yanuar, M.Si mengatakan, kemarau panjang yang melanda sebagian besar wilayah dunia yang diakibatkan oleh El Nino pada tahun 2023 memberi dampak yang sangat buruk bagi ketersediaan pangan. Produksi dan Produktivitas bahan pangan menurun tajam hingga memunculkan rawan pangan dan kondisi seperti ini terus dirasakan sampai tahun 2024.

“Ketahanan Pangan juga berhubungan dengan pengendalian inflasi. Ketika suatu komoditas pangan mengalami penurunan, kemungkinan besar akan mengakibatkan gejolak harga di pasar. Begitu juga ketika komoditas pangan panen berlimpah akan berpengaruh pada stabilitas harga pasar,” jelas Sekda Dian ketika membuka kegiatan di UPTD Balai Benih Hortikultura dan Bibit Permanen, Diskatan. Selasa (21/05/2024)

Sebagai bentuk keikutsertaan aparatur Pemda mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi, lanjut Dian, Pemda Kab. Kuningan mencoba melibatkan semua aparatur untuk ikut terlibat dalam memproduksi sayuran yang merupakan komponen Volatile Food.

“Sebagai tahap awal kami mengadakan bimbingan teknis budidaya sayuran bagi Aparatur Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan” imbuhnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si menjelaskan Bimbingan Teknis ini dilaksanakan untuk menambah kemampuan dan kapasitas Aparatur Pemda dalam menanam, memelihara, dan memanen tanaman sayuran.

“Para pegawai dari setiap SKPD, Kecamatan, dan Kelurahan se-Kabupaten Kuningan diberikan ilmu teori dan praktek serta Standar Operasional Prosedur (SOP) cara bertani sayuran dengan baik dan benar dari parah ahli pertanian dari Diskatan,” ujar Wahyu

Sementara, salah satu pemateri kegiatan, Ir. Hj. Niknik Rusnikasyari dalam paparannya mengatakan, salah satu cara budidaya sayuran yang mudah dilakukan adalah dengan memanfaatkan media polybag, pot, dan vertikultur.
Menurutnya, metode ini berguna untuk membudidayakan tanaman yang umurnya tidak panjang seperti sayuran sawi, seledri, kangkung, bawang daun, dan lainnya

“Keuntungan atau kelebihan menanam dengan inovasi Pot, Polybag, dan Verticulture diantaranya tidak perlu menggunakan lahan yang luas dan bisa menggunakan lahan-lahan sempit di pekarangan kantor atau rumah. Selain itu juga dapat dilakukan secara fleksibel (dapat diletakkan dimana saja) serta relatif mudah dan murah dalam membuatnya,” terang Niknik

Kegiatan Bimtek ini diselenggarakan selama dua hari mulai tanggal 21 hingga 22 Mei 2024. Diharapkan setelah Bimtek ini Aparatur Pemerintah Daerah Kab. Kuningan dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat dengan memanfaatkan lahan di sekitar kantor dan tempat tinggalnya masing-masing sehingga dapat mendorong produksi dan produktivitas sayuran, juga mewujudkan Ketahanan Pangan dan mengendalikan inflasi di Kabupaten Kuningan. (IKP/DISKOMINFO)