oleh

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Sulaeman Ajak Petani Gunakan Pupuk Organik

-Berita-246 Dilihat

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Sulaeman Ajak Petani Gunakan Pupuk Organik 239

BERITA BOGOR – Harga eceran pupuk non subsidi terbang bebas mencapai kisaran Rp 17000-18000 / kilogram. Petani minta harga pupuk bersubsidi dapat disesuaikan dengan kemampuan daya beli para petani kecil Pasalnya, hasil panen tidak sesuai denhan biaya produksi alias tekor, sementara para petani harus tetap bertahan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Saripudin, Ketua Gapoktan Mekar Wangi Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur mengatakan harga eceran pupuk non subsidi terbang bebas mencapai kisaran Rp 17000-18000 per kilogram. Para petani berharap harga pupuk bersubsidi dapat disesuaikan dengan kemampuan daya beli para petani.

“Meskipun sekarang ini harga pupuk bersubsidi masih cukup dijangkau, namun harga pupuk non subsidi melambung tinggi. Alangkah bijak jika harga tersebut dapat lebih murah dan terjangkau, apalagi tidak semua petani bisa mendapat pupuk bersubsidi,” ucapnya, dihubungi melalui selular, Jum’at (22/7/2022) sore. 

Baca juga :  Jawa Barat Waspada Kekeringan

Ia membeberkan bahwa pupuk menjadi kebutuhan paling penting bagi petani, akan tetapi yang dapat membeli pupuk bersubsidi adalah petani yang memiliki kartu tani. Sedangkan para petani yang belum memiliki kartu tani tidak bisa membeli pupuk bersubsidi di agen atau toko tani terdekat. “Kartu tani memang perlu dimiliki oleh para petani tapi belum semua yang memilikinya,” bebernya.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor, Sulaeman mengaku ingin para petani bangkit dari keprihatinan atas kondisi yang terjadi saat ini dan tentunya harus menempuh solusi alternatif. “Bukan hanya masalah harga pupuk saja sebenarnya ketersediaan pupuk bersubsidi juga belum mampu memenuhi kebutuhan para petani, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ungkap wakil rakyat Komisi IV ini.

Baca juga :  Jambore Kepala Desa Tahun 2022

Namun demikian, dirinya memberikan solusi sebagai alternatif bagi para petani dalam penggunaan pupuk organik. “Sudah saatnya para petani menggunakan pupuk organik, harganya relatif murah, sehat dan mudah didapat juga bisa diproduksi sendiri. Saya beberapa kali sampaikan ini langsung sosialisasi pupuk organik ke petani melalui pertemuan para petani ke sejumlah desa, seperti di Desa Singasari pada 12 Juli kemarin,” kata politisi PKS melalui pesan singkat.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Sulaeman Ajak Petani Gunakan Pupuk Organik 240

Sementara, Pegiat Lingkungan Hidup dan Pertanian Bogor, Deden Supandi mendesak pemerintah pusat konsisten terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi. Termasuk harga pupuk bersubsidi perlu ditinjau ulang menjadi lebih murah sesuai kemampuan daya beli petani, khususnya petani kecil.

Deden juga mengkritisi fenomena lahan pertanian yang saat ini mengalami penyusutan luasnya, diantaranya lahan persawahan dan perkebunan rakyat. “Menyusutnya luas lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bogor tidak terbantahkan lagi, bahkan diantaranya terjadi alih fungsi lahan oleh investor maupun pengembang. Hal ini penting untuk dijadikan perhatian kita semua,” tutupnya. (Sab)

Baca juga :  Wacana Pengadaan Laptop Wakil Rakyat Periode 2019-2024

Artikel Terkait :

Baca Artikel Aslinya