oleh

Ajakan Persatuan Dan Cinta Tanah Air Dari Vastenburg Surakarta

-Berita-224 Dilihat

SURAKARTA – NKRI adalah harga mati. Untuk mempertahankannya, para tokoh lintas agama se – Solo Raya, Senin (7/9/2020) sebanyak 500 orang berkumpul di area dalam Benteng Vastenburg dalam rangka merajut kebhinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, bersama Anggota Wantimpres Maulana Al habib Muhamad Luthfi Bin Ali Bin Yahya menggelar ‘Silaturahmi Kebhinekaan dan Doa Bersama’. 

Dalam ceramahnya Habib Luthfi mengajak semua elemen bangsa melalui para tokoh lintas agama untuk memupuk rasa memiliki atau handarbeni Indonesia sebagai Tanah Air Tercinta dan Persatuan dalam keberagaman agama, budaya dan suku bangsa serta bahasa.

“Kita tanamkan rasa memiliki Indonesia dengan penekanan Indonesia Tanah Tumpah Darahku. Lagu Indonesia Raya bagia dari ikrar Indonesia Tanah Airku,” Tegas Habib Luthfi.

Dipimpin Habib Luthfi yang merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Kapolda Jateng Irjen. Pol. Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St., M.K., Panglima Kodam IV Diponegoro Myjen TNI Bakti Agus Fadjari, Kapolres Se Solo Raya, Dandim Se Solo Raya serta para kepala daerah Se Solo Raya, para tokoh lintas agama menyerukan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya wilayah eks Karisidenan Surakarta.

Ganjar Pranowo dalam sambutannya menekankan Pancasila sebagai pondasi kuat pemersatu bangsa Indonesia yang merupakan kultur asli yang dimiliki Indonesia dan tidak dipunyai bangsa lain.

Pangdam Diponegoro mendaskan adanya keberagaman di Indonesia merupakan ciptaan Tuhan untuk tetap bersatu karena saling melengkapi dan memperkuat NKRI.

Sementara, Kapolda Jateng menyoroti soal tumbuhnya paham – paham radikal yang harus diwaspadai dan dirangkul supaya tidak berkembang memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Kegiatan Silaturahmi Kebhinekaan dan Doa Bersama digelar dengan tetap menjaga protokol kesehatan selain memakai masker dan jaga jarak juga digelar rapid test untuk semua pembicara dan peserta.