oleh

1.073 Sopir Angkot Terima Subsidi BBM

-Berita-116 Dilihat

Blimbing (malangkota.go.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengalokasikan anggaran untuk memberikan bantuan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi angkutan kota (angkot) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang. Sejumlah pengemudi angkot dari berbagai trayek mulai menerima bantuan BBM pada hari ini di Terminal Arjosari, Jumat (14/4/2023).

Wali Kota Malang Sutiaji menyerahkan subsidi BBM kepada salah satu sopir angkot di Terminal Arjosari

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji yang datang langsung dalam penyerahan bantuan tahap pertama ini menyampaikan bahwa pengemudi angkutan umum, seperti angkot ini telah mengalami penurunan kegiatan ekonomi baik karena adanya pandemi, merebaknya transportasi online, hingga adanya penyesuaian harga bahan bakar sebelumnya.  Hal inilah yang mendorong Pemkot Malang menyalurkan bantuan berupa subsidi BBM.

“Sementara kita fasilitasi dengan bantuan BBM, ke depan akan kami carikan solusi seperti program revitalisasi. Mudah-mudahan nanti juga dapat memberikan kenyamanan bagi para penumpang angkutan umum. Kalau moda transportasi massal ini bisa kita kuatkan akan bisa mengurangi kemacetan,” terangnya.

Pria berkacamata tersebut mengungkapkan bahwa bantuan BBM untuk angkot tahun 2023 ini diberikan berdasarkan jumlah kendaraan yang digunakan sebagai angkutan umum (mikrolet) di Kota Malang. “Mekanismenya sudah diatur dan disepakati. Semoga tahun depan jumlahnya bisa lebih banyak,” ucapnya.

Kepala Dishub Kota Malang Drs. Widjaja Saleh Putra menambahkan bahwa penyaluran bantuan ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan dalam upaya memberdayakan angkutan umum di Kota Malang. Selain itu juga sebuah upaya untuk mengendalikan inflasi daerah.

Widjaja menuturkan bahwa pada tahun 2023 ini, Pemkot Malang menyalurkan bantuan berupa subsidi BBM berdasarkan jumlah kendaraan, tidak lagi berdasarkan jumlah pengemudi. Bantuan tahun ini diberikan kepada 1.073 kendaraan dari 20 jalur yang beroperasi.

“Kalau tahun 2022 lalu kita berikan berdasarkan jumlah sopir angkutan sebanyak 500-an orang dan hanya yang berstatus warga Kota Malang saja. Padahal sopir angkutan ini bukan berasal dari kota saja. Maka kita ubah strateginya dengan berbasis angkutan kotanya, yakni sebanyak 1.073 dan sudah kita verifikasi,” ungkap pria yang kerap disapa Jaya itu.

Disebutkannya bahwa anggaran yang digelontorkan untuk bantuan ini adalah sebesar satu miliar lima puluh juta rupiah. Pihaknya telah bersepakat dengan semua paguyuban tentang nominal yang disalurkan kepada setiap angkutan.

“Masing-masing angkutan kota mendapat bantuan sebesar Rp300 ribu selama tiga bulan atau total setiap angkutan mendapat Rp900 ribu. Bantuan yang diberikan dalam bentuk kupon BBM jenis Pertalite dan tidak dapat diuangkan. Mudah-mudahan rekan-rekan paguyuban atau sopir tidak menjual pada pihak lain,” harapnya.

Penyaluran bantuan BBM ini dilaksanakan mulai tanggal 14 – 19 April 2023. Pelaksanaanya dibagi dalam tiga tahap, yakni tanggal 14-16 April di Terminal Arjosari, tanggal 17-18 April di Terminal Hamid Rusdi, dan tanggal 19 April di Terminal Madyopuro dan Terminal Mulyorejo. Selanjutnya, Jaya mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan tiga SPBU untuk penukaran kupon BBM tersebut, yakni SPBU Pertamina S. P. Sudarmo (depan Hotel Grand Mercure), SPBU Pertamina Trunojoyo (Embong Brantas), dan SPBU Pertamina Tlogomas. “Dengan harapan kami akan mengetahui apa benar kendaraan-kendaraan angkutan umum ini benar-benar beroperasi,” pungkasnya.

Rasa syukur dan terima kasih pun diutarakan para pengemudi mikrolet ini. Seperti Buhadi, pengemudi mikrolet trayek Arjosari-Mergosono-Hamid Rusdi (AMH). “AlhamdulIlah. Saya senang dapat bantuan. Kalau sekarang penghasilan bersih ya sekitar Rp50 ribu, kadang ya Rp25 ribu. Terima kasih ya Pak Wali,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Sukoco. Pria yang beroperasi di jalur Arjosari-Hamid Rusdi (AH) itu mengungkapkan bantuan dari Pemkot Malang ini tentunya dapat membantu para sopir untuk dapat menjalankan usahanya. “Kalau bisa ya ada bantuan lagi. Penghasilannya gak tentu, dapat buat belanja aja sudah untung. Sekarang kan BBM harganya segitu, kadang uangnya habis untuk beli,” jelasnya. (ari/yon)